Ringkasan Berita:
- Helikopter yang membawa delapan personel TNI AD mengalami kecelakaan saat sedang mengambil air laut untuk operasi water bombing pada hari Rabu (4/11/2026) di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
- Tiga anggota militer dinyatakan gugur dalam insiden tersebut, sementara lima lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
- Kini kelima prajurit yang selamat sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin.
- Mereka nantinya akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta dan Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
monitorpublik.com, JAKARTA –Helikopter Mi 17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) mengalami kecelakaan saat berada di tengah operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026).
Pesawat yang membawa delapan personel TNI AD itu jatuh saat sedang melakukan pengambilan air laut untuk keperluan operasi water bombing.
Tiga prajurit yang gugur adalah Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar, serta Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Sedangkan lima prajurit lainnya berhasil diselamatkan, yaitu Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.
Kelima individu tersebut kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, sempat menyempatkan waktu untuk berkunjung ke lima kru yang selamat saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan, Jumat (6/11/2026).
Ia didampingi oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Tingkat III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian, Kepala Staf Korem (Kasrem) 101/Antasari Banjarmasin Kolonel Inf. Roy Fakhrul Rozi, Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi, serta Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin.
Dengan mengunjungi satu per satu kamar rawat kelima kru, Raja Antoni menanyakan kondisi kesehatan masing-masing sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Saya bertemu dengan lima kru di sini,” ujar Raja Antoni.
Pada kesempatan tersebut, Menhut menerima penjelasan mengenai hasil pemeriksaan kondisi korban. Ia menyatakan bahwa sebagian dari kru akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta dan Semarang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Saat bersamaan, Karumkit RS Soeharsono Banjarmasin, Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian, menjelaskan bahwa ketika tiba di rumah sakit, para korban selamat dalam kondisi sangat lemah dan membutuhkan penanganan segera.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, baik melalui tes darah maupun rontgen, tidak ditemukan adanya patah tulang pada kelima korban.
“Saat kami menerima mereka, kondisi lima kru masih sangat lemah dan membutuhkan perawatan intensif. Hingga saat ini kami telah melakukan pemeriksaan komprehensif, termasuk pemeriksaan darah dan rontgen, dan alhamdulillah hasilnya tidak ada patah tulang,” ujar dr. Leidina.
Meskipun pada hari kedua setelah perawatan kondisi korban mulai membaik secara bertahap, tetapi perawatan medis lebih lanjut tetap harus dilanjutkan.
“Hari ini, hari kedua, alhamdulillah sudah terjadi peningkatan kondisi. Namun, mereka masih memerlukan penanganan medis lebih lanjut,” tambahnya.
Detik-detik Helikopter TNI Jatuh saat Ambil Air untuk Karhutla di Kalteng, Prajurit Gugur
Detik-detik kecelakaan helikopter Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad) terjadi saat pesawat sedang melakukan manuver mengambil air laut untuk operasi pengeboman air (water bombing) di perairan muara Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 11.18 WIB.
Helikopter yang membawa delapan personel tersebut jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Berdasarkan perkembangan terbaru yang disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin pada malam hari, dua personel dinyatakan meninggal dunia, lima orang selamat, dan satu lainnya masih dalam proses pencarian.
Lima anggota yang selamat sedang menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang. Sementara itu, satu personel yang belum ditemukan diduga masih terjebak di dalam badan helikopter.
Kemungkinan korban masih berada di dalam pesawat, proses pencarian masih berlangsung, semoga bisa segera dievakuasi dari dalam pesawat,” ujar Zainul.
TNI mengirim tim penyelam untuk melanjutkan pencarian terhadap satu personel yang hilang. Operasi pencarian tetap berlangsung hingga malam hari pada Rabu.
Malam ini tim penyelam masih terus beroperasi, semoga saja kita bisa berhasil mengevakuasi korban dari dalam pesawat,” ungkapnya.
Sebelum kecelakaan, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang guna melaksanakan misi pemadaman kebakaran lahan dan hutan.
Berdasarkan laporan awal dari TNI AD, helikopter jatuh di perairan Pematang Limau, sekitar satu kilometer dari garis pantai. Wilayah tersebut berseberangan langsung dengan Desa Sungai Perlu.
Evakuasi dibantu oleh helikopter milik Kementerian Kehutanan
Kejadian kecelakaan diketahui melalui komunikasi dari helikopter Bell 412 Penerbad. Helikopter milik Kementerian Kehutanan dengan nomor registrasi PK-DAP yang juga sedang melakukan operasi water bombing di area sekitar ikut membantu proses evakuasi.
Helikopter PK-DAP mengangkat awak Mi-17 dari area perairan ke daratan. Selanjutnya, para korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Penerangan Kodam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang menyampaikan bahwa TNI AD bersama tim gabungan mengerahkan personel melalui jalur udara dan laut setelah kecelakaan terjadi.
Upaya penyelamatan ini diutamakan untuk memastikan seluruh personel segera mendapatkan pertolongan,” ujar Dodo dalam keterangan tertulis, Rabu.
Kepala Desa Sungai Perlu, Lizha Manaf, mengonfirmasi terjadinya kecelakaan helikopter di wilayah desanya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, helikopter jatuh di muara sungai Desa Sungai Perlu.
Titik jatuh helikopter berada di muara sungai wilayah Desa Sungai Perlu,” ungkap Lizha saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Dodo berangkat menuju lokasi kejadian.
Dodo menyebutkan bahwa perjalanan dari Kota Palangka Raya diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam.
Penyebab pasti kecelakaan helikopter tersebut masih dalam proses penyelidikan.
















