Seruyan, Kalteng – Pencarian seluruh korban kecelakaan Helikopter TNI Angkatan Darat MI-17 yang terjadi saat menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting akhirnya rampung. Tim pencarian dari Basarnas, TNI-Polri berhasil menemukan seluruh prajurit yang menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk satu prajurit terakhir serda Heri Prasetyo yang sebelumnya belum dievakuasi.
Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberangkatkan jenazah prajurit tersebut ke Klaten, Jawa Tengah, sesuai permintaan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Pangdam saat menghadiri upacara pelepasan jenazah Sertu (anumerta) Heri Prasetyo. Selanjutnya, pihak keluarga akan membawa jenazah ke kampung halaman untuk menjalani prosesi pemakaman.

Rencananya, prosesi upacara pemakaman akan dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Peristiwa kecelakaan helikopter water bombing ini kembali menjadi pengingat besarnya risiko dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Selain mengancam kelestarian lingkungan, karhutla juga dapat menimbulkan dampak serius bagi masyarakat serta keselamatan petugas di lapangan.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau mendatang agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi, baik dalam skala kecil maupun besar. (Red/dk)







